Cokelat juga diketahui mengandung banyak
unsur yang bersifat menjadi stimulan antara lain theobromine,
phenethylamine, dan sedikit kaffeine. Cokelat sangat kaya Flavonoids epicatechin dan Gallic acid,
jenis antioksidan yang melindungi pembuluh darah, menjaga kesehatan
jantung, dan mencegah kanker. Cokelat juga telah terbukti dapat membantu
pasien tekanan darah tinggi yang masih termasuk kategori ringan. Selain
itu kebaikan mengkonsumsi cokelat diantaranya dapat mengobati batuk,
mengurangi resiko stroke, dan mencegah tekanan darah tinggi. Adapun
beberapa mitos seputar cokelat yang tidak benar adalah, dapat
menimbulkan jerawat, dapat menyebabkan kecanduan, penyebab sakit kepala
(migrain), serta dapat menyebabkan obesitas.
MITOS
Mitos 1: Coklat menyebabkan jerawat
Coklat menyebabkan jerawat sangat dipercaya kalangan remaja. Ini sama sekali tidak benar. Sesungguhnya penyebab jerawat ialah makanan berminyak, hormon.. Jadi, remaja tidak perlu menahan diri daripada memakan coklat kegemaraan mereka.
Mitos 2: Coklat menggemukkan
Sesungguhnya, konsumsi makanan yang berlebihan yang akan membuat kita kegemukan. Makanan sederhana, termasuk cokelat, diiringi senam, adalah rahasia menjaga berat badan ideal. Ingat, yang penting adalah kebugaran tubuh bukan sekadar kehilangan berat.
Mitos 3: Coklat menyebabkan sakit gigi
Ternyata, asam oksalik dalam coklat dapat mengurangi pengeluaran asam, kini Anda dapat terus menikmati coklat dan tersenyum tanpa sakit gigi. Namun, tetaplah menyikat gigi secara rutin.
Mitos 4: Cokelat menyebabkan kecanduanTidak ada penelitian yang dapat membuktikan bahwa cokelat termasuk dalam jenis bahan adiktif. Orang yang sangat menggemari cokelat kemungkinan disebabkan oleh sifat sensori cokelat yang khas: tekstur yang mudah mencair di dalam mulut dan rasa/aroma yang enak. Cokelat mengandung lebih dari 300 jenis flavor yang berbeda, tanpa ada jenis yang paling dominan. Kegemaran akan cokelat kemungkinan juga disebabkan karena cokelat menstimulasi pelepasan endorphins – senyawa dalam otak yang dapat mengurangi rasa sakit dan membangkitkan perasaan euforia (perasaan gembira/bahagia).
Mitos 5: Cokelat merupakan penyebab sakit kepala (migren)Penelitian yang dilakukan di Pittsburgh State University terhadap 63 wanita menunjukkan bahwa cokelat bukan merupakan pemicu terjadinya sakit kepala. Timbulnya migren lebih dihubungkan dengan keadaan hormon dalam tubuh.
FAKTA
Akan tetapi fakta chocolate di dunia kesehatan sangat banyak sekali manfaatnya, jauh berbeda di bandingkan dengan mitos-mitos yang ada. Hal ini di karenakan bahwa chocolate mengandung zat yang setara dengan kafein, yaitu Theobromine. Fungsi dari zat itu sendiri sebagai penstimulan seperti kafein tetapi pengaruh dan sifat yang di berikan berbeda. Manfaat-manfaatnya antara lain sebagai berikut:
Fakta 1: Mengobati batuk
Theobromine dalam cokelat disinyalir berfungsi menyembuhkan batuk secara lebih baik dibandingkan obat batuk.
Fakta 2: Mengurangi resiko stroke
Penelitian dari Universitas California mengungkapkan bahwa cokelat memiliki pengaruh yang sama dengan aspirin sebagai anti pembekuan darah. Cokelat membantu mencegah pembekuan darah, sehingga mengurangi resiko terjadinya stroke.
Fakta 3: Mencegah tekanan darah tinggi
Senyawa flavanol (antioksidan) dalam cokelat diindikasikan dapat membantu mencegah tekanan darah tinggi.
Fakta 4: Cokelat Tingkatkan Daya Fungsi Otak
Riset ini membuktikan bahwa ternyata memakan coklat dapat meningkatkan kualitas daya ingat pada otak. Karena coklat mengandung banyak unsur yang bersifat menjadi stimulan antara lain theobromine, phenethylamine, dan kaffeine. hal ini di ungkapkan oleh seorang ilmuwan yang berasal dari Universitas Wheeling Jesuit di West Virginia, Bryan Raudenbush. Senyawa-senyawa itu telah ditemukan sebelumnya bersifat meningkatkan tingkat kesadaran dan kemampuan berkonsentrasi. Hasil penelitian menunjukkan, dengan mengonsumsi coklat dapat memperoleh efek stimulasi yang akan membuat peningkatan performa mental. Raudenbush dan rekan-rekannya mengatakan penelitian efek kemampuan otak dilakukan terhadap sejumlah relawan yang mengonsumsi cokelat dalam beberapa jenis. Penelitian ini dalam empat kejadian terpisah yaitu kelompok pertama mengkonsumsi 85 gram batangan cokelat susu, 85 gram cokelat hitam, 85 gram carob, dan kelompok keempat tidak mengonsumsi apapun. Setelah 15 menit berselang para relawan dalam penelitian ini menjalani beberapa tes neuropsikologis yang didesain untuk melihat performa kognitif. Termasuk daya ingat, daya konsentrasi, kemampuan bereaksi dan kemampuan memecahkan masalah.
Fakta 5: Cokelat tidak dapat menyebabkan caries pada gigi pada anak-anak
- Cokelat yang asli, dalam hal ini kakao yang belum dicampur gula, bahkan mengandung tiga zat yang menghambat terbentuknya karies atau pembusukan pada gigi. Dalam tulisannya mengenai cokelat, pemilik L’atelier du Chocolat Francis Mestre menyebutkan, tanin yang mengandung polyhydroxyphenol yang mencegah berkembangnya mikroba di mulut. Cokelat juga mengandung flour yang baik untuk gigi serta fosfat yang menetralkan keasaman yang ditimbulkan gula.
- Beberapa penelitian tentang gigi menyatakan bahwa cokelat mengandung mentega cocoa, yang ada secara alami dalam lemak sayur, yang membantu cokelat membersihkan mulut dengan cepat (Journal of Dental Research, tahun 1991).
- Tim peneliti dari Eastman Dental Center (Pusat Gigi Eastman), Rochester, AS, menyebutkan cokelat mampu menjegal perkembangan bakteri mulut penyebab kerusakan gigi, berkat kandungan fosfatnya yang tinggi. Dari sekian jenis cokelat olahan, cokelat susu (milk cooking chocolate) memiliki kemampuan paling rendah dalam mengendalikan bakteri mulut. Karena cokelat susu mengandung campuran cokelat murni paling sedikit.
- Cokelat mengandung lemak cokelat yang bekerja membungkus email gigi sehingga menghindarkan gigi dari timbunan plak.
- Para peneliti menemukan bahwa bagian luar keras yang biasanya dibuang dalam produksi cokelat mempunyai efek anti bakteri terhadap mulut dan dapat “bertarung” secara efektif melawan karang gigi dan unsur-unsur perusak lainnya. Kerusakan gigi terjadi ketika bakteri dalam mulut mengubah gula menjadi asam, yang menggerogoti permukaan gigi dan penyebab gigi berlubang. Adanya unsur antibakteri yang terdapat pada bagian luar cokelat yang keras mampu mengimbangi kadar gula yang tinggi.
- Yang sebenarnya menjatuhkan citra cokelat sebagai perusak gigi tak lain adalah produk cokelat olahan yang dicampur lemak cokelat gadungan. Dalam pengolahan cokelat, mestinya bahan baku padatan cokelat dicampur dengan lemak cokelat. Namun prosedur ini sering dilanggar, lantaran lemak cokelat diganti dengan minyak goreng, lantaran lebih murah. Akibatnya, keunggulannya melindungi gigi dari serangan bakteri mulut menjadi sirna karena produk olahan cokelat tidak lagi mengandung cukup lemak cokelat.
Fakta 6: Cokelat tidak dapat menyebabkan jerawat
Faktanya : Tidak ada bukti yang benar yang menyatakan makan cokelat menyebabkan jerawat atau memicu jerawat. Jerawat timbul akibat pertambahan hormon yang menyebabkan kelenjar mengeluarkan sebum, yang mengalir ke permukaan kulit. Jika pengalirannya tersekat, sebum terkumpul lalu membentuk jerawat. Bahkan, menurut penelitian, coklat hitam adalah sumber alami dari flavonol, antioksidan kuat. Sedikit coklat hitam setiap hari menyehatkan bahkan untuk penderita jerawat
Fakta 7: Kandungan kafein pada coklat lebih rendah dibandingkan kopi atau teh.
Kafein ini berfungsi sebagai stimulant. Umumnya, kafein ditemukan secara alami pada biji cokelat, chocolate bar umumnya memiliki kurang dari 10 mg kafein, Hot cocoa memiliki 2-20 mg kafein, dan milk chocolate memiliki 1-15 mg kafein. Namun coklat gelap atau dark coklat memiliki kadar yang lebih tinggi.
Fakta 8: Cokelat tidak dapat menyebabkan kelebihan berat badan
Cokelat mengandung lemak nabati yang didalamnya memiliki kandungan antioksidan fenol dan flavonoid yang berfungsi menangkal radikal bebas di dalam tubuh. Fenol sebagai antioksidan mampu melindungi pembuluh darah dari efek radikal bebas yang bisa mengakibatkan terjadinya atherosklerosis atau penyumbatan pembuluh darah, mengurangi kolestrol pada darah sehingga dapat mengurangi resiko jantung dan mencegah timbulnya kanker pada tubuh, mencegah timbulnya stroke dan darah tinggi. Namun cokelat yang beredar di pasaran saat ini kebanyakan sudah diambil lemak nabatinya karena memiliki nilai ekonomis tinggi sebagai campuran obat, kosmetik, dsb dan digantikan oleh lemak hewani serta ditambahkan bahan-bahan lainnya untuk meningkatkan cita rasa seperti minyak palem, gula, susu, kacang-kacangan, dll sehingga menyumbang kalori lebih besar terhadap tubuh. Ditambah, kebanyakan orang jika sudah mengkonsumsi cokelat, sulit untuk berhenti karena rasanya yang enak. Sehingga, kesimpulannya cokelat tidak menyebabkan kegemukan. Namun, pola makan yang salahlah yang menyebabkan kegemukan.
Fakta 9: Coklat bukanlah makanan yang dapat menyebabkan migrain
Penelitian yang sudah dilakukan bahwa belum ada yang menunjukan bahwa coklat dapat menyebabkan migrain. Namun pada beberapa orang yang sensitif mungkin cokelat dikaitkan dengan salah satu pencetu migrain, karena kandungan kafein yang terdapat pada cokelat. Kafein dapat menyebabkan gejala sakit kepala dan darah tinggi dikaitkan dengan fungsinya sebagai stimulant.
Fakta 10: Coklat tidak dapat menyebabkan kadar insulin meningkat pada penderita diabetes
Penderita diabetes harus membatasi konsumsi gula sederhana seperti sukrosa yang terdapat pada cokelat karena gula sederhana yang terkandung pada cokelat cepat diserap dan meningkatkan kadar insulin yang berakibat hiperinsulinemia pada penderita diabetes. Namun berdasarkan penelitian diketahui bahwa penderita diabetes dapat mengkonsumsi sukrosa dalam jumlah terbatas. Penderita diabetes masih dapat mengkonsumsi coklat dalam jumlah sedikit tanpa mempengaruhi kadar gula darahnya. Disarankan, lebih baik membaca informasi nilai gizi gula yang tertera pada kemasan cokelat.
Fakta 11: Coklat dapat memperbaiki mood
Coklat mengandung bioaktif seperti tyramine dan phenyletylamine dan berdasarkan suatu penelitian mengahasilkan hipotesis bahwa karbohidrat dapat meningkatkan mood seseorang dengan meningkatnya kadar serotinin. Serotinin membantu stimulasi otak sehingga kita merasa santai dan tenang seseorang. Selain itu, zat terbanyak dalam cokelat adalah theobromin yang dapat menstimulasi jaringan saraf dan jantung yang dapat membuat seseorang terjada dan beremangat. Theobromin juga terdapat pada kopi dan teh. Cokelat juga mengandung phenylethylamine yang berfungsi membantu penyerapan dalam otak yang menghasilkan dopamine yang menyebabkan perasaan gembira seseorang.
Fakta 12: Cokelat tidak dapat menimbulkan kecanduan
Makan cokelat tidak akan menimbulkan kecanduan, tetapi bagi sebagian orang rasa coklat yang enak mungkin menyebabkan kerinduan untuk mengkonsumsinya kembali. Ini yang disebut chocolate craving. Dampak coklat terhadap perilaku dan suasana hati (mood) terkait erat dengan chocolate craving. Rindu coklat bisa karena aromanya, teksturnya, manis-pahitnya dsb. Secara ilmiah, hal ini dikaitkan dengan kandungan phenylethylamine, substansi mirip amphetamine, yang dapat meningkatkan serapan triptofan ke dalam otak yang kemudian menghasilkan dopamin. Dampak dopamin adalah muncul perasaan senang dan perbaikan suasana hati. Phenylethylamine juga dianggap mempunyai khasiat aphrodisiac yang memunculkan perasaan hati berbunga seperti orang sedang jatuh cinta
Sumber:
http://blog.dapurcoklatholly.com
http://rachmidicha.blogspot.com
http://www.ilmukesehatangigi.com
http://beautyramissu.wordpress.com


Tidak ada komentar:
Posting Komentar