Mengenal Cumi-cumi
Panjang badan cumui-cumi dapat mencapai 45-50 cm, tetapi pada umumnya 20-30 cm. Disekitar mulut terdapat 8 tangan agak pendek dan 2 tangan yang agak panjang. Di bawah kulit cumi-cumi, terdapat kantong-kantong pigmen elastis yang disebut kromatofora. Wan=rna pigmen utamanya adalah kuning, merah, hitam, dan coklat.
Cumi
merupakan salah satu jenis hewan laut yang banyak diminati masyarakat, terutama
bagi para penggemar seafood dan chinese food. Di pasaran cumi umumnya
dijual dalam dua bentuk segar dan bentuk kering asin.
Cumi
segar umumnya diolah dengan cara dipanggang (cumi bumbu bakar), digoreng (cumi
goreng biasa, cumi goreng tepung, celamari, tumis cumi), direbus (guali cumi,
kalio cumi, cumi tomat hijau, cumi garam asam), campuran sayur (cumi labu siam,
cah kangkung cumi, capcay, hot plate),
atau campuran sop (sop cumi udang sawi). Di Jepang cumi segar sering diolah
menjadi sushi atau sashimi.
Cumi
kering umumnya dijual delam dua bentuk, yaitu bentuk lembaran dan bentuk
gelondongan (bulat). Cumi asin bentuk lembaran rasanya tidak terlalu asin,
sehingga bisa digoreng dan dimakan sebagai lauk atau snack. Cumi kering gelondongan rasanya sangat asin sehingga perlu
direndam dengan larutan garam encer sebelum diolah, agar menjadi lebih tawar.
Cumi-cumi
memiliki kandungan zat gizi yang luar biasa, berikut di sajikan komposisi zat
gizi pada 100 gram cumi-cumi.
Jenis zat gizi
|
Kadar
|
Energi (kkal)
|
175
|
Air (g)
|
63,5
|
Protein (g)
|
17,9
|
Lemak total (g)
|
7,5
|
Asam lemak jenuh (g)
Asam lemak tidak jenuh tunggal (g)
Asam lemak jenuh ganda (g)
Kelosterol (mg)
|
1,9
2,7
2,1
260
|
Karbohidrat (g)
|
7,8
|
Abu (g)
|
1,6
|
Kalsium (mg)
|
39,0
|
Fosfor (mg)
|
251,1
|
Besi (mg)
|
1,0
|
Natrium (mg)
|
305,8
|
Kalium (mg)
|
279,0
|
Magnesium (mg)
|
38,0
|
Seng (mg)
|
1,7
|
Tambaga (mg)
|
2,1
|
Selenium (mkg)
|
51,8
|
Retinol (mkg)
|
11
|
Tiamin (mkg)
|
0,06
|
Riboflavin (mkg)
|
0,46
|
Niasin (mkg)
|
2,60
|
Asam folat (mkg)
|
9,00
|
Vitamin B12 (mkg)
|
1,23
|
Vitamin C (mg)
|
4,20
|
Asam pantotenat (mg)
|
0,51
|
Dan komposisi asam amino pada 100 gram
cumi-cumi
Asam amino
|
Kadar
(g/100g bahan)
|
Isoleusin
|
0,78
|
Leusin
|
1,27
|
Lisin
|
1,31
|
Metionin dan Sistein
|
0,64
|
Fenilalanin dan Tirosin
|
1,23
|
Treonin
|
0,76
|
Triptofan
|
0,20
|
Valin
|
0,78
|
Arginin
|
1,29
|
Asam glutamat
|
2,59
|
Asam aspartat
|
1,70
|
Alanin
|
1,07
|
Glisin
|
1,11
|
Tinta Cumi-cumi
Cairan
tinta cumi-cumi bersifat alkaloid sehinggaa tidak disukai oleh predator,
teutama ikan. Cairan berwarna gelap ini mengandung butir-butir melanin atau
pigmen hitam. Melanin alami adalah melanoprotein yang mengandung 10-15 persen
protein. Melanin juga mengingkat protein melalui asam amino yang mengandung
sulfur yaitu sistein.
Perubahan
warna pada kulit cumi-cumi karena adanya kromatofor yang merupakan kantong
elastis berisi pigmen merah atau kuning. Sel-sel pigmen yang elastis ini
dikelilingi ikatan sel-sel otot yang dapat berkontraksi dengan cepat sehingga
sel-sel pigmen menjadi besar dan warnanya lebih jelas. Mekanisme inilah yang
membuat cumi-cumi dapat berubah warna
dengan cepat bila mendapat rangsangan dari luar.
Selama
ini tinta cumi-cumi belum banyak dikenal, terutama dalam industri jasa boga.
Namun di Indonesia sudah ada cumi-cumi yang dimasak bersama tintanya. Di daerah
Cirebon ada warung nasi jamblang yang terkenal dengan masakan blekuthak (cumi-cumi) yang dimasak
hitam. Di warung-warung nasi megono di Pekalongan, sebagian besar juga
menyediakan masakan cumi yang dimasak dengan tintanya. Selain itu tinta cumi
juga diaplikasikan ke dalam berbagai makanan, seperti mi hitam, burger hitam,
dll.
Sedangkan di Jepang, kantong
tinta cumi-cumi (sepio melanin) yang berwarna hitam dipakai sebagai pengawet
dan peningkat cita rasa pada cumi asin. Di Kuba ada hidangan yang disebut arroz con calamares, yaitu nasi liwet
yang ditanak dengan bumbu, ditambah cumi yang dipotong-potong dan disertai
tinta hitamnya.
Khasiat Tinta Cumi-cumi
Mengkonsumsi tinta cumi juga memiliki
manfaat yang sangat baik baik kesehatan. Hal tersebut disesbabklan tinta cumi
mengandung melanin atau pigmen hitam. Melanin alami adalah melanoprotein yang
mengandung 10-15 persen protein. Dalam hal ini, tinta cumi juga merupakan salah
satu sumber protein yang baik, sama baiknya dengan kandungan protein pada
bagian dagingnya.
Selain itu, tinta cumi juga membunuh
bakteri patogen. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa tinta cumi-cumi dari
jenis Sepioteuthis lessoniana
mempunyai efek penghambat (inhibitor) terhadap bakteri Staphylococcus aureus, serta memiliki sifat fisiko kimia yang mirip
dengan lisosim.
Penelitian dilakukan oleh Hiroki
University di Jepang menunjukkan bahwa tinta cumi-cumi dan sotong mempunyai
banyak keguaan, antara lain dapat mengaktifkan sel darah putih untuk memerangi
tumor. Hal tersebut telah diujicobakan pada 15 ekor tikus yang mengidap
penyakit tumor ganas. Tikus itu diberikan suntikan tiga dosis cairan tinta
sotong. Hasil dari penelitian tersebut adalah hanya tiga ekor tikus yang mati,
sisanya tetap hidup. Sebagai kontrolnya, digunakan 15 ekor tikus lainnya yang
juga mengidap penyakit tumor ganas tetapi tidak diberikan suntikan tinta
sotong. Hasilnya adalah semua tikus kontrol mati dalam jangka waktu tiga
minggu.
Walaupun tinta cumi jarang sekali
dikonsumsi mentah, kita tidak perlu khawatir akan kehilangan khasiatnya karena
proses pemanasan. Proses pemasakan yang benar tidak akan menurunkan aktivitas
antitumor yang ada pada tinta cumi. Berdasarkan hasil penelitian Sasaki dkk
yang dimuat pada Journal Nutrition
Science Vitamonology 1997, disebutkan bahwa proses pemasakan pada suhun 100oC
selama 10 menit tidak akan menurunkan aktivitas antitumor yang ada pada tinta
cumi.
Sumber:
Astawan, Made dan Andreas Leomitro Kasih.2008. Khasiat Warna-warni Makanan. Jakarta: Gramedia.

enak nich cumi2 buat tumisan..
BalasHapusKalo mau yang sudah jadi,,,,,,,ada di Ramen Sanpachi lho,,,,menu Ramen dengan soup tinta cumi,,,,,,"Kuro Ramen"
BalasHapusTerimakasi infonya 🐙
Hapusok
BalasHapus